Hidup ini akting, panggung sandiwara. Setiap hari, setiap saat kita harus berakting, yaa tinggal hati kita aja yang milih, kita berperan sebagai orang baik atau orang jahat. Seperti dalam akting, dalam kehidupan sehari-hari kita pasti berdialog dengan orang lain, itu yang menunjukkan kita memiliki interaksi satu sama lain. Sebagai manusia, kita dilahirkan memiliki watak tertentu yang berbeda-beda pada masing-masing orang. Dalam kehidupan sehari-hari kita pasti menghayati peran yang kita jalankan, saat kita senang, ya kita pasti menunjukkan rasa senang kita seperti dengan tertawa, saat kita sedih, kita menangis, saat kita marah, saat kita galau, saat kita melihat sesuatu yang lucu, saat kita melihat orang lain sedih, dan masih banyak lagi.
Dengan peran yang kita jalankan, kita harus mampu menyikapi segala hal yang terjadi dalam hidup kita, karena nggak selamanya kita seneng, dan nggak selamanya juga kita sedih atau menderita. Kita harus berani memulai sesuatu, ya lagi-lagi sesuai dengan peran yang dipilih oleh hati kita sendiri, lalu pada akhirnya kita harus berani menyelesaikannya juga.
Watak manusia, yang berbeda pada masing-masing orang, walaupun sering terjadi persamaan, tapi nggak ada yang sama persis. Hanya ada satu kesamaan sifat atau watak manusia, manusia nggak pernah merasa puas. Manusia selalu mencari sesuatu yang lebih dari apa yang sudah dia punya saat ini.
Hidup itu seperti rangkaian peristiwa yang terjadi, seperti sebuah film. Di dalamnya, kitalah yang menjadi tokoh utamanya, kita yang menjadi sutradaranya, dan kita yang menjadi penulis skenarionya, juga menjadi editornya. Manusia sendirilah yang menjalankan roda kehidupan itu, bagaimana manusia mengemasnya sedemikian rupa. Semua itu akan dinilai oleh orang lain di luar diri kita.
Jalankan peran kita selayaknya manusia sesuai dengan kodrat dan sesuai dengan hati kita masing-masing. Nikmatilah hidup, nikmati peran itu, karena peran itu hanya akan ada sekali, segala peristiwa nggak akan terulang sama persis, dan waktu nggak akan pernah bisa diputar kembali.
Dengan peran yang kita jalankan, kita harus mampu menyikapi segala hal yang terjadi dalam hidup kita, karena nggak selamanya kita seneng, dan nggak selamanya juga kita sedih atau menderita. Kita harus berani memulai sesuatu, ya lagi-lagi sesuai dengan peran yang dipilih oleh hati kita sendiri, lalu pada akhirnya kita harus berani menyelesaikannya juga.
Watak manusia, yang berbeda pada masing-masing orang, walaupun sering terjadi persamaan, tapi nggak ada yang sama persis. Hanya ada satu kesamaan sifat atau watak manusia, manusia nggak pernah merasa puas. Manusia selalu mencari sesuatu yang lebih dari apa yang sudah dia punya saat ini.
Hidup itu seperti rangkaian peristiwa yang terjadi, seperti sebuah film. Di dalamnya, kitalah yang menjadi tokoh utamanya, kita yang menjadi sutradaranya, dan kita yang menjadi penulis skenarionya, juga menjadi editornya. Manusia sendirilah yang menjalankan roda kehidupan itu, bagaimana manusia mengemasnya sedemikian rupa. Semua itu akan dinilai oleh orang lain di luar diri kita.
Jalankan peran kita selayaknya manusia sesuai dengan kodrat dan sesuai dengan hati kita masing-masing. Nikmatilah hidup, nikmati peran itu, karena peran itu hanya akan ada sekali, segala peristiwa nggak akan terulang sama persis, dan waktu nggak akan pernah bisa diputar kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar