Selasa, 26 Oktober 2010

I Love Seeing Old Couple

Waktu pulang kuliah, aku memutuskan untuk langsung pulang karena nggak ada kegiatan lagi di kampus maupun di luar kampus. Aku memilih menaiki angkutan umum sebagai sarana perjalananku siang ini. Setengah perjalananku, hanya aku sendiri yang berada di angkutan umum itu. Lalu di suatu jalan angkutan yang ku naiki berhenti. Ternyata ada seorang kakek bersama istrinya yang sudah lanjut usia juga hendak naik. Dengan sabar si kakek memapah istrinya yang sudah kepayahan untuk menaiki angkutan itu. Setelah meraka duduk, aku mendengar percakapan diantara mereka.
"Sudah nyaman duduknya ma?" ujar si kakek sembari memegang tangan istrinya yang sudah penuh kerutan.
"Sudah pa." jawab si nenek singkat.
Sepanjang jalan mereka saling berpegang tangan. Mereka tampak saling mencintai. Sampai usia mereka sudah menua, sampai tubuh mereka sudah sangat renta untuk saling menopang, namun cinta mereka yang masih berdiri tegak mengarungi hidup.
Cinta yang begitu dalam, nggak pernah pudar oleh waktu, mereka bertahan.
Ini membuktikan kalau sebenarnya kita bisa mencintai orang untuk selamanya dan kita juga bisa dicintai oleh seseorang untuk selamanya.


Senin, 25 Oktober 2010

Hidup Seperti Akting

Hidup ini akting, panggung sandiwara. Setiap hari, setiap saat kita harus berakting, yaa tinggal hati kita aja yang milih, kita berperan sebagai orang baik atau orang jahat. Seperti dalam akting, dalam kehidupan sehari-hari kita pasti berdialog dengan orang lain, itu yang menunjukkan kita memiliki interaksi satu sama lain. Sebagai manusia, kita dilahirkan memiliki watak tertentu yang berbeda-beda pada masing-masing orang. Dalam kehidupan sehari-hari kita pasti menghayati peran yang kita jalankan, saat kita senang, ya kita pasti menunjukkan rasa senang kita seperti dengan tertawa, saat kita sedih, kita menangis, saat kita marah, saat kita galau, saat kita melihat sesuatu yang lucu, saat kita melihat orang lain sedih, dan masih banyak lagi.
Dengan peran yang kita jalankan, kita harus mampu menyikapi segala hal yang terjadi dalam hidup kita, karena nggak selamanya kita seneng, dan nggak selamanya juga kita sedih atau menderita. Kita harus berani memulai sesuatu, ya lagi-lagi sesuai dengan peran yang dipilih oleh hati kita sendiri, lalu pada akhirnya kita harus berani menyelesaikannya juga.
Watak manusia, yang berbeda pada masing-masing orang, walaupun sering terjadi persamaan, tapi nggak ada yang sama persis. Hanya ada satu kesamaan sifat atau watak manusia, manusia nggak pernah merasa puas. Manusia selalu mencari sesuatu yang lebih dari apa yang sudah dia punya saat ini.
Hidup itu seperti rangkaian peristiwa yang terjadi, seperti sebuah film. Di dalamnya, kitalah yang menjadi tokoh utamanya, kita yang menjadi sutradaranya, dan kita yang menjadi penulis skenarionya, juga menjadi editornya. Manusia sendirilah yang menjalankan roda kehidupan itu, bagaimana manusia mengemasnya sedemikian rupa. Semua itu akan dinilai oleh orang lain di luar diri kita.
Jalankan peran kita selayaknya manusia sesuai dengan kodrat dan sesuai dengan hati kita masing-masing. Nikmatilah hidup, nikmati peran itu, karena peran itu hanya akan ada sekali, segala peristiwa nggak akan terulang sama persis, dan waktu nggak akan pernah bisa diputar kembali.

Jumat, 22 Oktober 2010

Kangen Masa Putih Abu-Abu












Masa-masa SMA, sekali seumur hidup.
Kangeeeennn :'(
Kangen bangun pagi terus buru-buru mandi, pake seragam, berangkat ke sekolah, sampe sekolah duduk di salah satu bangku yg diduduki setiap hari hampir 7 jam sehari, ngerjain pr bareng-bareng, ujian nyontek bareng-bareng, dihukum bareng-bareng, ngobrol sama temen, ngerjain temen, suka sama temen, reteret, study tour, bazaar, kangen guru-guru juga, segala kebersamaan yang udah lalu dan nggak bisa diulang lagi.