Selasa, 20 Juli 2010

Papa

Keluarga ku.
Orang orang yang punya kesibukan sendiri sendiri, jarang saling memperhatikan, jarang punya waktu untuk bersama, untuk sekedar jalan jalan mengisi waktu liburan pun hampir gag pernah.
Selalu buat aku iri kalo temen temen liburan pergi bareng keluarganya, makan malem bareng kluarganya, bisa berbagi bareng keluarganya.
Mama papa, orang orang yang sibuk dengan kerjaan nya masing masing.
Terutama papa, seseorang yang bisa dibilang sangat dekat dengan aku tapi dia lah orang yang paling gag punya waktu untuk bersama aku dan mungkin cukup gag peduli dengan aku.
Aku rela jauh2an sama papa bertahun tahun demi kerjaannya, ya mungkin itu konsekuensi jadi anak tentara.
Sampe aku berkorban untuk sekolah satu kota dengan papa supaya keluarga bisa ngumpul, bisa punya lebih banyak waktu untuk bersama. Tapi apa hasilnya?? NIHIL.
Udah hidup serumah lagi pun, waktu untuk bareng bareng keluarga bener bener minim.
Kalo mau jalan kemanaaaa bareng bareng selalu kesannya gag mau lama lama, buru buru, dan DIPAKSAKAN.

Papa. Sibuk, urusan papa banyak, blablabla.
Pa, temenin aku kesini lah, pa jalan yok, pa begini begitu.
Jawabannya, papa sibuk tik, papa banyak urusan tik, gag sempet kalo cuma nemenin kamu begini begitu.
Tapi kalo papa yang minta tik temenin papa kesana kesini, tik begini begitu, gag boleh gag di turutin.
HEBAT.
Papa juga sering cuekin aku.
APA EMANG SIFAT DASAR LAKI LAKI SERING CUEK YA?
HEBAT BANGET !!!! -,,,,,-

Sampe aku inget sama cerita ini

Seorang laki-laki yang terlambat pulang dari kerja,merasa lelah dan tidak bersemangat, menemukan anaknya yang berusia 5 th yang sedang menunggu didepan pintu.

"Ayah, bolehkah saya bertanya padamu satu hal?"
"ya, tentu,apa itu?"jawab pria itu.
"ayah, brapa uang yang engkau hasilkan dalam satu jam?"
"Itu bukan urusanmu!apa yang membuatmu bertanya suatu hal yang aneh?"kata pria itu sambil marah.
"Saya hanya ingin tahu. Tolonglah beritahu saya?"pinta anak itu.
"Jika kamu harus tahu, saya menghasilkan $20.00 perjam."
"Oh,"jawab anak itu dengan kepala menunduk. dia melihat keatas dan berkata, "ayah, bolehkah saya pinjam $10.00?"

ayahnya terkejut. "jika itu alasannya kamu bertanya berapa uang yang saya hasilkan adalah agar kamu bisa meminjam untuk membeli sebuah mainan tolol atau benda2 tak berguna, maka pergilah ke kamarmu dan tidurlah. pikirkan kenapa kamu bertingkah bodoh. saya bekerja keras seharian dan tidak memiliki waktu hanya untuk mainan2 anak2 itu."
Anak itu perlahan pergi ke kamarnya dan menutup pintu. Pria itu duduk dan mulai merasa lebih kesal dengan pertanyaan anak tadi. Beraninya dia bertanya pertanyaan bodoh hanya untuk mendapat uang. Setelah kira2 satu jam pria itu mulai tenang, dan mulai berpikir mungkin dia selama ini keras terhadap anaknya. Mungkin ada yang benar2 dibutuhkan anak itu dengan $10.00 dan dia jarang mengatakannya. Pria itu menuju ke pintu kamar anaknya dan membuka pintu."apa kamu sudah tidur nak?"dia bertanya.
"Belum ayah, saya masih bangun,"Jawab anak itu.
"saya tadi berpikir mungkin tadi saya terlalu keras kepadamu,"kata pria itu. "Tadi adalah hari yang panjang dan saya telah melampiaskannya padamu. ini $10.00 yang kamu minta."
Anak itu berdiri,merasa senang dan berteriak,"Oh trimaksih ayah!"Kemudian ia merogoh kebawah bantalnya, ia mengeluarkan beberapa uang receh. Pria itu melihat anaknya memiliki uang, mulai terlihat marah lagi. Anak itu berlahan menghitung uangnya, kemudian menatap pria itu.
"kenapa kamu minta lagi kalau kamu sudah punya?" geram si ayah.
"karena saya belum memiliki cukup uang, tapi sekarang saya sudah,"jawab anak itu.
"Ayah saya memilki $20.00 sekarang. bisakah saya membeli waktumu satu jam?"

Apa aku juga harus beli waktu papa supaya papa punya waktu untuk aku??

Tidak ada komentar:

Posting Komentar